Pembicaraan ngopi bareng kami diaspora di Monterey Park, China Town di resto China langganan kumpulan Diaspora Los Angeles pun ramai membahas OTT si IEG. Kelompok Diaspora pun terpecah dua.Yang satu mengecam IEG, bahwa Tuhan tidak akan menyertai orang yang tidak berahlak. Jadi Tuhan memang tidak menyertai IEG. Kelompok yang satu lagi seakan membelanya dengan comforting statement, “Kita doakan semoga
IEG diberi amnesti oleh Presiden Prabowo karena dia adalah relawan pendukung Presiden Prabowo dan konon dia akan didukung banyak komunitas Sulawesi Utara yang mendukung Prabowo-Gibran di pilpres 2024.”
Ini suatu pemikiran konyol yang tidak berlogika. Kita paham bahwa Presiden Prabowo sudah bersumpah akan memerangi korupsi. Koruptor itu bisa siapa pun, dari etnis, agama, organisasi politik atau ormas manapun. Tidak pandang bulu, yang klas teri dan kakap, mereka tetap patut dihukum.
Semboyan Pak Prabowo bahwa beliau akan mengejar para koruptor sampai ke antartika itu bagus. Bravo! Kalau begitu semboyan non retorika Presiden ini konsisten, mengapa lembaga lembaga penegak hukum belum all out mengejar para koruptor
yang di depan mata at full speed, seperti para koruptor klas kakap di kasus Pertamina, Kelapa Sawit, Timah, BLBI dan lain lain, demikian juga para koruptor kakap yang bermukim happily ever after di Singapura, USA, Australia dan Eropa.










