Inflasi Kota Ambon Tembus Batas Nasional, Pemkot Perkuat Langkah Pengendalian

oleh -36 Dilihat

Ia menyebutkan, meskipun beberapa komoditas pangan seperti cabai rawit dan ikan mengalami kenaikan harga, kontribusinya relatif kecil dan tertutupi oleh andil emas perhiasan sebesar 0,79 persen serta angkutan udara sebesar 0,42 persen.

“Yang paling penting dalam pengendalian inflasi adalah ketersediaan stok. Kalau stok aman, maka gejolak harga bisa ditekan,” jelasnya.

Neraca Bahan Makanan Jadi Instrumen Kunci

Gaspersz menilai Pemkot Ambon sebenarnya telah memiliki instrumen penting dalam mengendalikan inflasi, yakni neraca bahan makanan yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan.

Menurutnya, data tersebut dapat menjadi driver awal untuk memantau ketersediaan dan kebutuhan komoditas strategis.

“Pemerintah Kota Ambon punya data yang bisa menjadi alat bantu lewat Dinas Ketahanan Pangan, yaitu neraca bahan makanan. Ini bisa digunakan untuk memantau ketersediaan komoditas penting seperti ikan, cabai, bawang merah, daging ayam ras, dan beras, dengan tetap memperhatikan pola konsumsi masyarakat,” kata Gaspersz.

Baca Juga  Bupati Thaher Hanubun Tegaskan Festival Pesona Meti Kei 2026 Hanya Habiskan Anggaran Rp300 Juta

Pemkot Akui Dampak Kenaikan Transportasi Udara

Sementara itu, Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, mengakui bahwa lonjakan inflasi di akhir 2025 dipengaruhi kuat oleh kenaikan tarif angkutan udara yang tidak disertai subsidi dari pemerintah pusat.

“Inflasi year on year Kota Ambon mencapai 4,23 persen. Ini menandakan laju inflasi cukup tinggi di akhir 2025, salah satunya dipicu oleh lonjakan transportasi udara,” ungkapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.