2. Al – Haddad
Selanjutnya adalah Marga Habib Al – Haddad, gelar Al – Haddad pertama kali dimiliki oleh Waliyullah Imam Ahmad bin Abi Bakar bin Ahmad Masrafah bin Muhammad bin Abdullah bin Ahmad bin Abdurrahman bin Alwi Ammu Al-Faqih Muqaddam.
Di wilayah Jabodetabek, terdapat sekitar 1.583 orang dari keturunan Kabilah Al-Haddad. Salah satu figur terkenal dari keluarga Al-Haddad adalah Habib Hasan bin Muhammad Al-Haddad yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Priok. Beliau adalah seorang ulama dari Palembang yang makamnya kerap diziarahi di Koja, Jakarta Utara.
3. Assegaf
Kemudian gelar Assegaf, sebagai salah satu Marga Habib tertinggi di Indonesia. Gelar Assegaf pertama kali disematkan kepada Waliyullah Al Muqoddam ats-Tsani al-Imam Abdurrahman bin Muhammad Mauladdawillah bin Ali bin Muhammad al – Faqih Muqoddam.
Gelar “Assegaf” disandangnya karena dia dianggap sebagai pelindung atau pengayom bagi para wali pada zamannya, diibaratkan sebagai atap bangunan yang disebut Sagfun dalam bahasa Arab.
Pada tahun 2017, Rabithah Alawiyah mencatat sekitar 1.538 penduduk bermarga Assegaf di wilayah Jabodetabek.
Beberapa tokoh bermarga Assegaf di Indonesia termasuk Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf (Ketum Rabithah Alawiyah) dan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf.










