4. Kualitas Pendidikan dan Akses di Daerah Terpencil
Ketimpangan kualitas pendidikan masih menjadi persoalan serius. Banyak sekolah di pulau-pulau kecil kekurangan guru, fasilitas, dan bahan ajar. Pemerintah provinsi ditantang untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui digitalisasi, pelatihan guru, dan sistem insentif bagi tenaga pengajar di daerah tertinggal.
5. Memperkuat Stabilitas Sosial dan Keamanan
Maluku memiliki sejarah konflik sosial yang panjang. Meski situasi telah kondusif dalam beberapa tahun terakhir, benih-benih ketegangan tetap ada. Hendrik Lewerissa dituntut membangun politik identitas yang inklusif, memperkuat dialog antaragama, serta mengedepankan pendekatan kultural dalam menjaga harmoni sosial.
Dalam pidato perdananya, Gubernur Hendrik Lewerissa menegaskan komitmennya: “Saya datang untuk melayani, bukan dilayani. Maluku harus bangkit sebagai provinsi maritim yang maju dan damai. Ini tanggung jawab bersama.”
Lima tahun ke depan akan menjadi ujian nyata bagi kepemimpinan Lewerissa. Rakyat Maluku menaruh harapan besar di pundaknya. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










