Ini Harapan PT SIS Tual atas Kunjungan Presiden Jokowi

oleh -299 views

Arif menuturkan, dengan adanya bahan baku kemaritiman khususnya bidang perikanan yang melimpah, maka akan menciptakan smelter maritim/food estate maritim yang membantu terwujudnya ketahanan pangan kemaritiman, penyerapan tenaga kerja, mendatangkan investasi kemaritiman di Indonesia Timur. Kemudian, kata dia, akan pula tercipta industri pertambahan nilai di Indonesia Timur di 

antaranya fillet ikan, loin tuna, surimi, fishmeal, pengalengan ikan, dockyard, shipyard, pabrik karagenan (hasil turunan rumput laut Eucheuma Cottoni) dan sebagainya. 

“Diiharapkan juga bisa dilakukan Ekspor Langsung (Direct Call) ke negara pasar tujuan ekspor, karena akan menurunkan biaya logistik transportasi. Adanya efisiensi biaya transportasi dapat digunakan untuk meningkatkan harga beli dari nelayan lokal ataupun kapal kapal perikanan berukuran besar. Selain itu juga bisa dilakukan pengembangan perikanan budidaya di Indonesia,” ucapnya. 

Baca Juga  Kejari Haltim Naikkan Status Kasus Dugaan Korupsi Dana Covid-19 ke Penyidikan

Menyangkut penggunaan ahli penangkapan ikan luar negeri (fishing master) di kapal perikanan berbendera Indonesia, kata dia, tidak perlu terlalu d permasalahkan selama ikan didaratkan di Pelabuhan Pangkalan. Hal ini juga bisa memberikan multiplier effect kepada ekonomi lokal mulai dari usaha bongkar muat, prosesing, penyediaan logistik supply hasil pertanian/ perkebunan ke atas kapal. 

No More Posts Available.

No more pages to load.