Memahami Gaya Keterikatan Menghindar-Menolak dalam Konflik Hubungan

Frasa “Jika mereka mau, mereka akan melakukannya” yang begitu populer di media sosial, menurut Dr. Hensley, adalah kebohongan terbesar yang merusak cara pasangan menangani konflik. Pernyataan ini menyederhanakan dinamika hubungan yang kompleks, terutama bagi individu dengan gaya keterikatan menghindar-menolak. Gaya keterikatan ini terbentuk sejak masa kanak-kanak, terkait erat dengan interaksi mereka bersama pengasuh.
Orang dengan gaya keterikatan menghindar-menolak cenderung dipicu oleh kedekatan dan konflik. Ketika dihadapkan pada situasi intim atau perselisihan, sistem saraf mereka menjadi aktif, memicu respons trauma. Mereka mungkin merasa terjebak, terperangkap, atau tidak kompeten untuk memenuhi kebutuhan pasangannya. Ini bukan karena mereka tidak mau, melainkan karena respons bawah sadar yang mendalam.
Dr. Hensley menjelaskan bahwa individu-individu ini memiliki “begitu banyak luka bawah sadar seputar perasaan terjebak, perasaan terperangkap, perasaan dikendalikan, perasaan tidak kompeten untuk memenuhi kebutuhan seseorang, perasaan cacat di dalam, dan [tidak] mampu mengekspresikan kerentanan.” Memahami akar masalah ini krusial untuk tidak terjebak dalam narasi media sosial yang menyalahkan dan tidak realistis.









