Baik respons menghindar maupun respons pertarungan sama-sama merupakan manifestasi dari trauma yang belum tersembuhkan. Keduanya menghambat komunikasi yang efektif dan penyelesaian konflik. Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya fokus pada satu jenis respons, melainkan memahami bahwa semua pola keterikatan yang tidak aman memerlukan perhatian dan penyembuhan.
Dr. Hensley menyarankan taktik untuk merespons trauma dengan cara yang sehat, termasuk belajar “mengatur sistem saraf dan menyembuhkan respons trauma serta mempelajari apa yang harus dilakukan secara berbeda.” Ia optimis bahwa “otak mampu melakukan itu,” namun mengakui bahwa “kebanyakan orang tidak memiliki alat yang tepat.” Ini menekankan perlunya edukasi dan dukungan bagi pasangan untuk mengembangkan keterampilan ini demi hubungan yang lebih sehat dan harmonis.
sumber: fimela









