Dirinya menilai, nilai kritisisme para pemuda di Maluku ini sudah mulai menurun terhadap kepentingan masyarakat di Maluku, sehingga ini menjadi catatan penting untuk KNPI.
“Sebelum kami mengakhiri kepemimpinan kami sebagai karteker KNPI Maluku, kami memesan kepada teman-teman yang nantinya terpilih sebagai pemimpin KNPI Maluku, paling penting adalah menampilkan nilai kritisisme untuk kemudian memberikan masukan yang konseptif terhadap kepentingan pembangunan di Maluku dan juga terkait kepentingan rakyat, karena pemerintah daerah adalah pelayan rakyat yang harus melayani rakyat sebaik-baiknya. Kalau pemerintah daerah tidak melayani rakyat dengan baik, maka sejatinya dia bukan pelayan, dia bukan pemimpin. Oleh karena itu ini harus ditegaskan”, tuturnya. (alena)




