Ini Tuntutan Massa Demo 10 November di Patung Kuda Jakarta

oleh -68 views
Link Banner

Porostimur.com – Jakarta: Massa demonstrasi dari Aliansi Rakyat Menggugat yang berdemo di Patung Kuda, Jakarta, menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka berdemo bertepatan dengan Hari Pahlawan, yang jatuh tepat hari ini.

Wakil Ketua Aspirasi, Jati Ningsih, membacakan isi tuntutan massa demo tersebut. Ada delapan tuntutan massa yang terdiri atas buruh, mahasiswa, dan organisasi masyarakat itu.

Tuntutan pertama adalah pemerintah membatalkan Undang-Undang Omnibus Law dan Undang-Undang Minerba tanpa syarat. Menurut Ningsih, undang-undang tersebut hanya menguntungkan segelintir pihak.

“Undang-undang ini tidak berkeadilan, bukan hanya pada masyarakat, namun juga kepada alam,” kata Ningsih saat membacakan tuntutannya, Rabu, (10/11/2021).

Kedua, mereka meminta tenaga kerja asing yang tidak berkeahlian dari negara mana pun diusir. Ningsih meminta pemerintah memenuhi janji 10 juta lapangan pekerjaan yang pernah disampaikan Presiden Jokowi untuk rakyat Indonesia.

Baca Juga  Pengusaha China jajaki potensi investasi perikanan di Maluku

“Kami masih ingat janji 10 juta lapangan pekerjaan yang Bapak pernah sampaikan. Oleh karena itu, kami meminta kembali janji Bapak yang pernah Bapak berikan sebelumnya. Utamakan anak bangsa, Pak. Kami punya hak untuk menjadi sejahtera di negara kami sendiri,” imbuhnya.

Tuntutan ketiga adalah tentang pengusutan kasus megakorupsi. Massa aksi menuntut oknum yang merugikan negara untuk dihukum seberat-beratnya karena telah merampas hak warga negara.

“Usut megakorupsi, Pandora Papers, bisnis alat tes PCR yang disinyalir melibatkan oknum pejabat negara, dana pembatalan haji oleh Kemenag Rp 21,7 M, dana bansos, dana COVID-19, dana BPJS Naker, Jiwasraya, dana APBN proyek kereta api cepat dan masih banyak lagi,” ucapnya.

Baca Juga  Malam Natal, Langit Kota Ambon Dipenuhi Kembang Api

Keempat, pecat oknum polisi yang melakukan tindakan kekerasan dan kejahatan. Massa aksi meminta diusut tuntas semua oknum kepolisian agar bisa menjadi lembaga pengayom masyarakat.

“Hampir setiap hari kami mendengar berita negatif tentang oknum polisi dari berbagai belahan wilayah di Indonesia, padahal mereka seharusnya mengayomi kami sebagai warga negara,” ujarnya.

Tuntutan berikutnya adalah massa aksi meminta kriminalisasi ulama dan aktivis agar dihentikan. Selain itu, mereka meminta untuk bebaskan seluruh tahanan politik tanpa syarat, hapuskan biaya tes PCR/antigen yang sangat mahal dan membebani rakyat, hapuskan penjajahan gaya baru termasuk di dalamnya oligarki kekuasaan.

Diketahui sebelumnya, massa melakukan long march dari depan Masjid Cut Meutia, Jakarta Pusat, ke lokasi aksi di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Setiba di Patung Kuda, massa aksi menyalakan flare hingga menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars buruh.

Baca Juga  Timnas Italia Ukir Rekor Bersejarah Dunia

Hingga berita ini dimuat, aksi massa masih berlangsung. Situasi di lokasi kondusif.

Aksi demo massa ini mendapatkan pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Polisi menutup Jl Medan Merdeka Barat dengan kawat berduri dan menyiagakan sejumlah kendaraan taktis seperti water cannon dan Barracuda.

(red/dtc)