Inul

oleh -4 Dilihat

Ketika saya tanya mengapa naik angkot? Ia lugas menjawab, cuma itu pilihannya. Jujur dan bersahaya. Saya membayangkan seandainya aturan etik tak mengharuskan dirinya berjas dan berdasi, mungkin saja Ia akan datang menghadiri pelantikan itu dengan pakaian seadanya yang pantas.

Fenomena Inul memberi harapan, jika politisi tak sepenuhnya harus jadi selebritas. Ia memulai pengabdiannya dengan “dunianya” yang jujur apa adanya dan terbatas Tak perlu bergaya dan menjadi orang lain.

Inul sedikit banyak beda dengan “kawan kawannya” yang memilih merayakan pelantikan mereka dengan tenda dan kegembiraan. Bagi saya dan bisa jadi ini agak kuno, pelantikan ini patut disyukuri tetapi tidak dengan perayaan yang berlebihan.

Baca Juga  PDAM Halbar Siapkan Strategi Hadapi Kemarau Panjang, Air Bersih Warga Mulai Dijatah

Mengapa? Ini bukan akhir tetapi hari pertama memulai tugas. Ibarat perang, medannya belum ketahuan, bisa jadi ada banyak jebakan, tipu daya, pujian yang absurd, caci maki, atau bahkan penghormatan.

Lebih baik memulai dengan ikhtiar. Jika lima tahun besok sukses dalam melayani, anda akan dikenang dengan indah. Pada moment itulah perayaan sukses jadi lumrah dipestakan.

Medan tugas ini adalah Ternate, sebuah kota pulau yang padat dan genit. Di kota ini, batas antara yang diwakili dan mewakili teramat tipis. Tak ada pagar kawat berduri. Apalagi saat kemajuan IT menawarkan kecepatan, keharusan berjejaring dan inovasi tanpa henti berlabel kreatifitas. Butuh banyak “turun ke bawah dan mendengar”.