Irak telah berada dalam kebuntuan politik selama sembilan bulan setelah pemilihan umum negara itu Oktober lalu, yang sejak saat itu gagal untuk menyepakati pemerintahan baru antara partai-partai yang bersaing. (red/PR)
Irak Memanas, Pemimpin Syiah Moqtada Sadr Meminta Bubarkan Parleman yang Pro Iran




