Porostimur.com, Teheran — Korps Garda Revolusi Islam Iran kembali mengklaim melancarkan serangan besar dalam Gelombang ke-84 Operasi “True Promise 4” pada Jumat (27/3/2026) malam. Dalam pernyataannya, IRGC menyebut Angkatan Laut mereka menyerang enam kapal pendaratan militer Amerika Serikat di Pelabuhan Al-Shuyoukh, Kuwait.
IRGC mengklaim tiga kapal tenggelam, sementara sisanya mengalami kerusakan berat dan terbakar. Serangan ini disebut sebagai bagian dari operasi terkoordinasi yang juga menyasar target yang berkaitan dengan AS dan Israel di kawasan Teluk.
Serangan Meluas ke UEA dan Target Laut
Selain di Kuwait, IRGC juga mengklaim melancarkan serangan ke wilayah Uni Emirat Arab, termasuk kawasan pesisir dekat Dubai. Serangan tersebut disebut menggunakan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah, dan drone kamikaze dengan total sekitar 380 proyektil.
Target yang disasar antara lain titik berkumpul unit drone militer AS di sepanjang pantai Teluk, serta sebuah hotel di Dubai yang disebut menjadi lokasi aktivitas personel militer.
IRGC mengklaim serangan dilakukan dengan presisi tinggi dan mengakibatkan kerusakan signifikan serta korban jiwa dari pihak militer AS, meskipun klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Operasi Terpisah di Pulau Bubiyan
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, sebelumnya juga mengumumkan operasi mendadak yang menyasar posisi terkait AS dan Israel di Pulau Bubiyan, Kuwait.











