Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengutuk keras insiden tersebut dan menyalahkan Amerika Serikat serta Israel. Sementara itu, pihak Israel melalui Letnan Kolonel Nadav Shoshani membantah keterlibatan militer Israel dalam serangan ke fasilitas pendidikan tersebut.
Tekanan Politik di AS
Di Washington, insiden ini memicu reaksi politik. Lebih dari 45 senator dari Partai Demokrat dilaporkan telah mengirim surat kepada Menteri Pertahanan AS untuk meminta penjelasan terkait prosedur perlindungan warga sipil sebelum serangan dilakukan.
Mereka juga menyoroti adanya pemotongan anggaran pada program Pentagon yang bertujuan mengurangi korban sipil dalam operasi militer, yang sebelumnya dibentuk pada 2022.
Dugaan Serangan Disengaja
Di sisi lain, mantan Kapten Intelijen Kontraterorisme Angkatan Darat AS, Josephine Guilbeau, secara terbuka membeberkan kronologi serangan dan menyatakan bahwa insiden tersebut bukanlah kecelakaan.
Menurutnya, rudal Tomahawk modern dilengkapi sistem kamera penargetan yang mampu menampilkan citra visual secara real-time, sehingga kecil kemungkinan terjadi kesalahan identifikasi.
“Seluruh sekolah dikelilingi mural berwarna cerah. Tanpa diragukan, itu adalah sekolah jika dilihat dari kamera rudal,” ujarnya dalam pernyataan, Jumat (27/3/2026).









