Hassanzadeh juga menekankan bahwa kemampuan pertahanan Iran tidak hanya bertumpu pada instalasi militer.
Menurut dia, serangan terhadap fasilitas tertentu tidak akan menghilangkan kapasitas ilmiah dan teknologi yang menjadi fondasi negara.
“Musuh mungkin bisa menargetkan beberapa pusat kami, namun mereka tidak dapat menargetkan kapasitas intelektual, pertumbuhan, maupun kemampuan ilmiah kami,” tegasnya.
Mobilisasi besar di Teheran tersebut pada akhirnya tidak hanya memperlihatkan pengerahan sukarelawan, tetapi juga menjadi pesan politik dan militer dari Teheran bahwa dukungan masyarakat dan kemampuan organisasi sipil ingin ditampilkan sebagai bagian dari strategi pertahanan Iran.
Di tengah konflik regional yang terus berkembang, sejauh mana mobilisasi tersebut benar-benar berkontribusi terhadap kemampuan pertahanan Iran masih menjadi pertanyaan yang memerlukan data dan verifikasi lebih lanjut.
sumber: sindonews









