Porostimur.com, Yerusalem – Militer Israel kembali meningkatkan operasi militernya di wilayah pendudukan Tepi Barat dengan menggelar penggerebekan dan penangkapan massal di sejumlah kota serta desa Palestina. Di saat bersamaan, aksi kekerasan para pemukim Israel juga dilaporkan meningkat, termasuk pembakaran sebuah masjid di Kota Qusra, di tengah percepatan pembangunan permukiman ilegal yang menuai kecaman internasional.
Eskalasi terbaru ini terjadi sekitar tiga bulan menjelang pemilihan umum di Israel. Berdasarkan laporan Al Jazeera, Minggu (26/7/2026), sejumlah survei menunjukkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi ancaman kehilangan kekuasaan. Langkah memperluas permukiman ilegal di Tepi Barat dinilai menjadi strategi untuk mengamankan dukungan dari kelompok pemilih sayap kanan.
Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, Masjid Al-Rahma di Kota Qusra dilaporkan dibakar oleh para pemukim Israel. Rekaman video yang telah diverifikasi memperlihatkan kobaran api melalap bangunan masjid.
Pusat Informasi Palestina yang mengutip sumber-sumber setempat menyebut kebakaran dipicu oleh aksi para pemukim Israel. Insiden itu terjadi bersamaan dengan operasi penangkapan besar-besaran yang dilakukan militer Israel di berbagai wilayah Tepi Barat.









