IRGC Klaim Lebih dari 200 Tentara AS Tewas, Pentagon Malah Turunkan Angka Korban

oleh -32 views
Presiden Donald Trump menyambut kedatangan jenazah para tentara AS korban perang melawan Iran. Foto/White House

Porostimur.com, Teheran – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim lebih dari 200 personel militer Amerika Serikat tewas dalam serangan balasan Iran terhadap target-target AS di Timur Tengah. Klaim itu disampaikan di tengah kontroversi setelah Pentagon merevisi jumlah korban tewas tentara AS dari 18 menjadi 14 personel.

Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, menuduh Washington menyembunyikan jumlah korban sebenarnya dalam konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat.

Dalam wawancara dengan Tasnim News Agency, Sabtu (26/7/2026), Mohebbi menyebut data korban yang dirilis Pentagon sebagai “kebohongan belaka”.

Menurut dia, Iran menyerang delapan pusat penempatan pasukan Amerika dalam Operasi Nasr II, yakni operasi pertahanan Iran terhadap serangan udara AS selama dua pekan terakhir.

“Dalam satu kasus saja, ada 20 tempat perlindungan yang hancur,” kata Mohebbi.

Baca Juga  Sambut HUT ke-451 Kota Ambon, Pemkot Gelar Kerja Bakti dan Tanam Gadihu di Tujuh Lokasi

Ia mengklaim jumlah tentara AS yang tewas melebihi 200 personel, sementara jumlah korban luka disebut jauh lebih besar.

Mohebbi juga menantang pemerintah AS untuk membuka akses kepada jurnalis internasional agar dapat melihat langsung fasilitas-fasilitas Amerika yang disebutnya hancur akibat serangan Iran.

Pernyataan itu muncul ketika militer AS dilaporkan melanjutkan serangan udara terhadap Iran selama 13 malam berturut-turut. Iran menuduh serangan tersebut menyasar wilayah sipil, sementara Teheran menyatakan telah melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap target strategis Amerika di kawasan Timur Tengah.

No More Posts Available.

No more pages to load.