Sasar Wilayah Strategis
Proyek ini menargetkan pendaftaran hampir 58 persen lahan di Area C, yang setara dengan sekitar 35 persen wilayah Tepi Barat yang diduduki, tidak termasuk Yerusalem Timur.
Langkah tersebut dinilai memiliki implikasi besar terhadap status kepemilikan lahan serta masa depan wilayah Palestina, di tengah konflik berkepanjangan antara kedua pihak.
Sejumlah pihak menilai kebijakan ini berpotensi memperkuat kontrol administratif Israel atas wilayah pendudukan sekaligus memperumit upaya penyelesaian konflik secara damai.
sumber: sindonews










