Oleh: Tarmidzi Yusuf, Kolumnis
Partai Golkar diterpa isu panas. Musyawarah Luar Biasa alias Munaslub untuk melengserkan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto yang juga Menko Perekonomian kabinet Jokowi-Ma’ruf. Indikasi koalisi partai pendukung Jokowi-Ma’ruf mulai pecah.
Isu “kudeta” Partai Golkar telah berhembus sepuluh hari terakhir. Kabar yang beredar, isu “kudeta” terhadap Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mencuat akhir bulan lalu pasca Partai Golkar diisukan akan mendeklarasikan dukungannya terhadap calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Rasyid Baswedan.
Hal ini diperkuat setelah Ridwan Hisjam, anggota Dewan Pakar Partai Golkar mendesak Munaslub Partai Golkar untuk mengganti Airlangga Hartarto. Pada saat yang sama, Ridwan Hisjam memuji-muji Luhut Binsar Panjaitan sebagai sosok super hebat.
Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono menyebut pihak yang menghembuskan Munaslub Golkar sebagai penumpang liar. Demikian pula dengan Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Yuddy Chrisnandi menegaskan pernyataan usulan munaslub oleh anggota Dewan Pakar merupakan pendapat pribadi. Ia mengatakan pendapat tersebut bukan sikap resmi Dewan Pakar.
Pertarungan “panas” di internal Partai Golkar mulai bergejolak. Faksi Luhut Binsar Panjaitan (LBP) versus faksi para mantan Ketua Umum Partai Golkar. Ini merupakan pertarungan “hidup mati” bagi LBP setelah gagal “melunakkan” Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.









