Italia Vs Spanyol, Seabad Rivalitas Azzurri Vs La Roja

oleh -69 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Italia akan menghadapi Spanyol pada babak semifinal Euro 2020 yang akan digelar di Stadion Wembley, Rabu 7 Juli 2021.

Pertemuan dua tim yang memiliki sejarah panjang di dunia sepak bola ini menandai satu abad rivalitas kedua tim.

Dikutip dari Transfermarkt, dua tim ini pertama kali bertanding di Olimpisch Stadion pada 2 September 1920.

Terakhir kali bertanding di kualifikasi Piala Eropa pada 2 September 2017.

Pertandingan yang akan digelar di Wembley pada 7 Juli 2021 ini menjadi pertandingan pertama bagi kedua tim setelah rivalitas keduanya berumur satu abad.

Dalam rentang lebih dari 100 tahun itu, kedua tim telah bertemu dalam 37 pertandingan.

Spanyol menang dalam 13 pertandingan, sedangkan Italia menang dalam 11 pertandingan, sisanya dalam 13 pertandingan berakhir imbang.

Menariknya, meski jumlah kemenangan Spanyol lebih banyak dari Italia dengan 15-13, namun jumlah gol yang telah ditorehkan kedua tim sama-sama mencetak 51 gol.

Spanyol 51 gol, begitupun Italia juga telah mencetak 51 gol.

Italia dan Spanyol bertemu di semifinal Euro 2020 setelah keduanya melalui pertandingan perempat final yang cukup menguras tenaga.

Baca Juga  2 Bola dan Diving sebelum Penalti, UEFA Mau Inggris ke Final?

Azzurri tampil dalam performa yang gemilang.

Mereka telah meraih 15 kemenangan berturut-turut dan 32 pertandingan tak terkalahkan dengan mengalahkan tim peringkat teratas dunia Belgia di Muenchen.

Sedangkan Spanyol, dalam beberapa pertandingan tampaknya mereka telah menemukan kembali ritme permainan yang agresif dalam mencetak gol.

Tetapi dalam pertandingan perempat final Euro, mereka kembali kesulitan untuk mencetak gol dan menyingkirkan Swiss melalui adu penalti.

Italia dan Spanyol akan kembali berhadapan untuk memperebutkan tiket Final.

Dijadwalkan kick-off pertandingan Italia vs Spanyol ini akan digelar di Stadion Wembley, London, Rabu 7 Juli 2021 pukul 03.00 Wita.

Di pertandingan ini, Italia tidak akan diperkuat oleh salah satu bek tangguhnya, Leonardo Spinazzola setelah pemain sayapnya ditandu keluar lapangan saat melawan Belgia.

Spanyol mengganti Pablo Sarabia di babak pertama melawan Swiss, masih belum jelas apakah itu tindakan pencegahan atau karena cedera.

Spanyol kembali ke permainan terbaik mereka melawan Swiss.

Melewati mereka melalui adu penalti setelah kehilangan sejumlah peluang.

Mereka berhasil menaklukkan tim Swiss dengan kiper tangguh yang menginspirasi, Yann Sommer.

“Kami sangat bangga. Konyol kalau berpikir bahwa kami, atau salah satu tim semi-finalis akan berpikir cukup sampai di sini saja. Tapi kami semua ingin mencapai final dan juara,” kata pelatih Luis Enrique.

Baca Juga  Start dari Posisi Ke-17 di MotoGP Portugal, Valentino Rossi: Ini Akan Sulit...

Unai Simon, penjaga gawang Spanyol pun merasa percaya diri Spanyol kali ini bisa menjadi juara.

“Kami harus masuk ke semifinal dengan segar, percaya diri dan dengan kepala tegak. Kami harus memenangkan Euro sekarang,” katanya.

Sedangkan Italia menghadapi ancaman serius dari tim peringkat satu dunia, Belgia.

Tapi mereka masih tampak sebagai tim yang bisa memberikan ancaman serius bagi siapa pun lawan yang akan dihadapi.

Italia memiliki konsistensi bermain yang sudah cukup teruji.

Mereka telah menjalani 32 pertandingan tidak terkalahkan hingga saat ini.

Rekor yang berpeluang ditambah lagi dalam pertandingan menghadapi Spanyol.

Roberto Mancini, pelatih Italia juga masih percaya diri dengan performa timnya yang masih bisa bermain gemilang.

“Saya rasa kami tidak terlalu menderita di setiap momen pertandingan. Untuk mengalahkan tim seperti Belgia, Anda membutuhkan penampilan hebat dari semua orang dan itulah yang terjadi hari ini,” katanya.

Sedangkan Lorenzo Insigne, sang bomber Italia menyatakan modal tim Azzurri adalah permainan yang kompak.

Baca Juga  Awas, Tiga Singa Bisa Terjungkal Karena Hal Ini Kata Mourinho

“Saya pikir setiap pemain di tim memainkan permainan yang luar biasa malam ini. Saya selalu mencoba tembakan itu, dalam permainan dan dalam latihan. Saya senang itu masuk. Itu adalah gol yang bagus tapi saya ulangi, kita semua menang bersama malam ini,” kata Insigne.

Dalam kiprahnya di Euro, termasuk dengan Euro 2020 Italia telah menembus sedikitnya 6 kali babak semifinal Euro.

Mereka meraihnya pada 1968 (Juara), 1980 (peringkat 4), 1988 (semifinalis), 2000 (runner-up), 2012 (runner-up), 2020 (semifinalis). Sedangkan Spanyol telah 5 kali menembus babak semifinal. 1964 (juara), 1984 (runner-up), 2008 (juara), 2012 (juara), 2020 (semifinalis).

Kekuatan tim di Piala Eropa cukup berimbang.

Khusus di Piala Eropa ini adalah duel yang ketujuh kali.

Dalam enam kali duel di Piala Eropa, Italia menang 2 kali pada tahun 2016 (2-0) dan 1988 (1-0), sedangkan Spanyol menang 2 kali pada 2012 (4-0) dan 2008 (4-2).

Sedangkan dalam dua laga lainnya berakhir imbang pada 2012 (1-1) dan 1980 (0-0).

(red/tribunnews/mba)

No More Posts Available.

No more pages to load.