Di sisi lain, Direktur Yayasan Parakletos, Elsye Syauta Latuheru, yang sekaligus berperan sebagai Ketua Kelompok Tani Mandiri Seram turut menjelaskan aspek pengembangan PTL di Negeri Nua Nea, Amahai, Maluku Tengah.
“Kami telah bekerjasama dengan Dr. Graecia dan Prof. Adriana, yang sejak lama meneliti pengembangan Pisang Tongka Langit. Produk-produk turunannya kini menjadi fokus utama kerjasama kami,” ujar Elsye.
Sekretaris Daerah Maluku Tengah, Jauhari Tuarita, S.Pi., sendiri menyampaikan apresiasinya terhadap ITB serta UNPATTI yang telah pengembangan produk lokal Maluku. “Saya senang ITB bisa terlibat dalam pengembangan pertanian di sini, terutama dalam pengembangan Pisang Tongkat Langit yang sudah menjadi bagian dari plasma nutfah Maluku,” ucap Sekda Maluku Tengah.
Lebih lanjut, beliau juga mengungkapkan bahwa Pemkab Maluku Tengah siap Mendukung penuh upaya ini, terutama dalam menyediakan lahan dan infrastruktur untuk budidaya pisang tersebut. “Kami akan mendukung dari hulu hingga hilir, agar produk ini dapat dipasarkan lebih luas, termasuk menjadi oleh-oleh khas Maluku,” tambahnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Maluku Tengah, Arsad Slamat, S.P., juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengembangan Pisang Tongkat Langit. “Kami siap memberikan dukungan, karena jenis pisang ini berbeda dari pisang lainnya dan cocok ditanam di kawasan Seram,” jelasnya.









