Menurutnya, bahaya terorisme dan narkotika terhadap generasi muda bangsa merupakan fakta yang tidak bisa dihindarkan, termasuk di wilayah Maluku sendiri.
Untuk mengantisipasi ancaman terhadap ketahanan nasional tersebut, Rum mengaku semua pihak harus bekerjasama, termasuk HMI. Sebab, persoalan itu bukan saja menjadi urusan Kepolisian semata, namun adalah tugas dan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.
“Olehnya itu tugas kita adalah bagaimana membina mereka. Sehingga tidak terjerumus dalam pemahaman sesat maupun penggunaan narkoba. Kita dari Polda Maluku terus berusaha yaitu berkordinasi dengan instansi maupun fungsi terkait lainnya,” sebutnya. (keket)




