Jatam: Sherly Tjoanda Bagian dari Bencana Ekstraktivisme yang Terorganisir di Malut

oleh -2,979 views

Porostimur.com, Jakarta – Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menilai, terpilihnya Sherly Tjoanda sebagai Gubernur Maluku Utara, merupakan agenda oligarki yang akan mengeruk kelimpahan sumber daya alam berupa nikel, emas, bijih besi, pasir besi, batu gamping, hingga panas bumi (geotermal) yang terdapat hampir di sekujur tubuh Pulau Halmahera, dan Maluku Utara pada umumnya.

Dalam laporan akhir tahun berjudul “Catatan Akhir Tahun 2024 & Proyeksi 2025: Bencana Ekstraktivisme yang Terorganisir di Maluku Utara”, Jatam secara gamblang memaparkan bahwa dengan latar sebagai pebisnis ekstraktif sekaligus diusung oleh partai KIM plus; terpilihnya Sherly yang diusung oleh partai yang terafiliasi dengan KIM plus di kantong utama nikel seperti Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Timur dan Halmahera Selatan; menunjukkan pengurus negara tak benar-benar serius menghentikan laju kerusakan dan krisis ekologis yang dihadapi Maluku Utara.

Baca Juga  Trump Kritik Paus Leo XIV, Ketegangan Memanas di Tengah Konflik Iran

Bersamaan dengan itu, hampir semua kandidat yang terpilih dalam pemilihan kepala daerah, baik di level provinsi maupun kabupaten/kota diusung oleh partai-partai politik yang berafiliasi langsung dengan KIM Plus. Artinya, mereka akan bertindak sebagai operator di tingkat daerah yang nantinya melayani agenda nasional. Satu di antaranya adalah melanjutkan hilirisasi nikel – dalang dari semua krisis ruang hidup warga.

No More Posts Available.

No more pages to load.