Jatam Tantang Satgas PKH Tutup Tambang Nikel Kiki Barki di Haltim yang Diduga Libas Hutan

oleh -371 views

Kepemilikan saham mayoritas PT Position dipegang oleh THN sebesar 51 persen, sementara 49 persen lainnya dimiliki Nickel International Capital Pte Ltd asal Singapura. Meski demikian, pengambilan keputusan utama disebut tetap berada di tangan Harum Energy sebagai perusahaan induk.

Di lapangan, PT Position terhubung dengan jejaring bisnis THN lainnya, termasuk perusahaan sektor nikel dan smelter seperti PT Infei Metal Industry (IMI), PT Westrong Metal Industry (WMI), PT Blue Sparking Energy (BSE), dan PT Harum Nickel Perkasa (HNP), yang sebagian besar beroperasi di Kawasan Industri Weda Bay.

Salah satu proyek unggulan grup ini adalah pembangunan fasilitas High-Pressure Acid Leaching (HPAL) oleh PT Blue Sparking Energy dengan kapasitas produksi 67.000 ton setara nikel per tahun, yang menempatkan grup Harum sebagai pemain utama dalam rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Baca Juga  Penarikan Guru ASN dari Sekolah Kristen: Mengabaikan Sejarah, Menguji Komitmen Negara

Selain nikel, Harum Energy juga masih menguasai sejumlah tambang batu bara besar di Kalimantan melalui perusahaan seperti Mahakam Sumber Jaya, Santan Batubara, dan Bumi Karunia Pertiwi, serta bisnis pelayaran dan logistik melalui Layar Lintas Jaya dan Lotus Coalindo Marine.

Dalam beberapa tahun terakhir, ekspansi ke sektor nikel dilakukan secara agresif melalui akuisisi smelter, pembangunan pabrik HPAL, serta kemitraan internasional, termasuk dengan Eternal Tsingshan Group Limited asal China, pemain global di industri nikel dan baja nirkarat. (Tim)

No More Posts Available.

No more pages to load.