Jauwerissa : kondisi alam, disyukuri sebagai pemberian Maha Kuasa

oleh -72 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Kondisi cuaca yang berubah-ubah, harus disyukuri umat manusia, khususnya umat BUdha, sebagai pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa.

Hal ini ditegaskan Ketua Walubi Provinsi Maluku, Wilhelmus Jauwerissa, dalam sambutannya di sela-sela kebaktian perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak ke 2562 BE / 2018, di Vihara Swarna Giri Tirta Budhis Center Gunung Nona Ambon, Selasa (29/5).

Perayaan Waisak yang mengusung tema ”Transformasikan kesadaran delusi menjadi kesadaran murni” ini turut dihadiri Kapolres P. Ambon dan Pp. Lease, AKBP Sutrisno Hadi Santoso,SIK.

”Walaupun hari ini kita diberikan hujan lebat tetapi itu bukan masalah dan tantangan. Kita sebagai manusia tetap bersyukur karena sesungguhnya dibalik itu ada hikmat yang dikehendaki maha kuasa,” ujarnya.

Tak lupa Jauwerissa memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang memberikan pengamanan kepada seluruh umat beragama dalam menjalankan aktivitas keagamaannya.

Baca Juga  Akibat lalai, Brigpol ERL akhirnya dipecat tidak terhormat

”Hari ini kita sebagai sebagai keyakinan Budhis dapat melaksanakan kebaktian Tri Suci Waisak dengan aman tentram, apa lagi kita dikawal oleh kepolisian yang senantiasa telah mengapresiasi terkait dengan pengamanan dan keamanan. Tidak ada kata lain yang lebih bahagia kita katakan syukur dan terima kasih pelaksaan ibadah ini berjalan dengan baik,” tegasnya.

Makna tema dari Tri Suci Waisak kali ini, akunya, mengandung arti yang sangat luas.

Dimana, sub tema transformasikan kesadaran delusi menjadi kesadaran murni sendiri menandakan bahwa sebagai umat, harus menikmati dan mentransformasikan sesuatu hal atau informasi, berita atau pelajaran apapun.

Menurutnya, apa pun yang terjadi dalam kehidupan manusia, selaku umat harus mempelajarinya, meskipun untuk mampu mempelajarinya membutuhkan waktu yang sangat panjang.

Baca Juga  Real Madrid Belum Meyakinkan, tapi Masih Tak Terkalahkan!

Apalagi, umat bukan hanya dituntut bukan hanya mentransformasikan tetapi juga harus menangkap atau memaknai pembelajaran tersebut.

”Diharapkan bahwa oleh karena dengan ilusi itu, kita harus belajar tahap demi tahap bahwa siapa pun dia untuk memahami sebetulnya apa pun itu berita, apapun pembelajaran untuk diambil hikmat, dikembangkan. dan kalau pembelajaran itu kalau diambil dengan baik maka percaya manusia akan muncul dengan pikiran positif yang disebut dengan kesadaran murni,” pungkasnya. (febby sahupala)