Jawab Kebutuhan Listrik, Bupati Bursel Datangkan 2 Unit Mesin Pembangkit Listrik Milik PLN

oleh -29 views
Link Banner

Porostimur.com: Namrole: Menjawab kebutuhan masyarakat atas ketersediaan listrik, Bupati Buru Selatan, Safitri Malik Soulisa, akhirnya mendatangkan dua buah mesin pembangkit listrik yang berasal dari PT. PLN Wilayah Maluku-Malut.

“Dua buah mesin pembangkit listrik dari PLN sementara dalam perjalanan menuju Namrole,” kata Safitri Malik Soulisa, Kamis (2/9/2021).

Menurut Safitri, dua buah mesin pembangkit listrik tersebut, merupakan hasil dari pertemuan pemerintah Kabupaten Buru Selatan dengan pihak PT. PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara beberapa waktu lalu.

Bupati Wanita pertama di Provinsi Maluku ini berharap, dua buah mesin pembangkit listrik tersebut dapat menjawab keluhan masyarakat yang selama ini kekurangan pasokan listrik.

Seperti diberitakan media ini beberapa waktu lalu, Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa mendatangi pihak PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara.

Perempuan kelahiran Maluku Utara ini langsung bertemu dengan GM PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Adams Yogasara dan menyampaikan keluhan dan keresahan dari masyarakatnya, karena persoalan pemadaman listrik.

Pada pertemuan itu, Safitri menyampaikan permasalahan kebutuhan kelistrikan di Buru Selatan yang sangat meresahkan masyarakat, karena dampaknya sangat besar, baik bagi perkantoran, industri, pendidikan serta rumah warga.

Baca Juga  BMKG Ungkap Ada Banyak Sumber Gempa di Indonesia, Sarankan Bikin Bangunan Tahan Gempa

“Listrik adalah hal utama yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Karena dalam semua aktivitas, apalagi disaat pandemi covid-19 saat ini, semuanya mengandalkan listrik. Kita bekerja dengan teknologi juga membutuhkan listrik. Industri juga membutuhkan listrik. Termasuk rumah tangga juga membutuhkan listrik,” ujarnya.

Melansir bipolonews.com, Safitri mengungkapkan, seringnya terjadi pemadaman listrik akan mengganggu program 100 hari kerja dirinya dan Wakil Bupati, Gerson Eliaser Selsily, karena mereka akan berkantor di enam kecamatan yang ada di Buru Selatan.

“Jika listrik terus padam, bagaimana kami mau berkantor di enam kecamatan. Bagaimana berkomunikasi dan berkoordinasi dengan staf di ibukota kabupaten. Selain itu masyarakat yang mengembangkan UKM dan industri rumah tangga, menjadi terganggu akibat tidak adanya listrik,” tandasnya.

Safitri meminta agar silaturahminya dengan PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara tidak Mubasir. Tetapi kunjungannya ini diharapkan pihak PLN menindaklanjuti dan menyelesaikan permasalahan pemadaman listrik yang setiap hari di alami oleh masyarakat saat ini.

Dijelaskannya, bahwa pentingnya kebutuhan listrik oleh masyarakat Buru Selatan di enam kecamatan. Safitri sangat berharap aliran jaringan listrik dapat terpenuhi oleh masyarakat.

Baca Juga  Dinsos Maluku Monitoring Program Bantuan Keserasian di SBB

“Persoalan Listrik ini harus menjadi perhatian serius, jangan anggap remeh persoalan listrik” tegas Bupati Bursel kepada pihak PLN Maluku.

Dikatakan Safitri, listrik merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan Masyarakat. Suatu negara/daerah tidak akan pernah maju tanpa adanya listrik yang baik. Semua sektor pekerjaan pun tidak luput dari penggunaan listrik baik pertanian, perdagangan, perusahaan, maupun Pemerintahan dan Masyarakat.

Safitri menekankan pentingnya pembangunan jaringan listrik secara baik di Wilayah Bursel oleh PLN Unit Induk Wilayah Maluku/Malut secara merata terutama di Kecamatan dan Desa yang ada di Bursel yang belum teraliri Listrik.

General Manager (GM) Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Adams Yogasara, mengatakan terima kasih kepada Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa atas kunjungannya.

Dikatakannya bahwa ada 2 hal yang menjadi pokok permasalahan padamnya listrik di Buru Selatan, yaitu menurunnya kemampuan pembangkit listrik dan gangguan jaringan.

“Pembangkit listrik di Namrole itu berkekuatan 1200KW. Saat ini mesin itu hanya berkemampuan 750 KW. Itu artinya telah menurun 500KW. Penurunan ini terjadi akibat sering terjadinya kerusakan jaringan, akibat jatuhnya pelepah daun kelapa yang mengenai jaringan. Ketika kena jaringan, kerusakan itu akan terjadi juga di mesin pembangkit listrik. Yang akhirnya menyebabkan kemampuannya menurun,” terangnya.

Baca Juga  Berikan Pelayanan Terbaik, Konsumen Beli Motor Honda Dapat Potongan Tenor dan DP

Untuk gangguan jaringan, Yogasara meminta agar masyarakat bisa dengan kesadaran sendiri mau memotong pohon kelapa yang ada di jalur yang dilewati jaringan listrik di sana.

“Ada 150 pohon kelapa yang saat ini mengganggu jaringan listrik di Buru Selatan. Jika tidak ditebang, maka akan terjadi gangguan jaringan yang berdampak bagi mesin pembangkit listrik, dan akhirnya menyebabkan pemadaman listrik yang terjadi terus. Untuk itu kami sangat memohon kesadaran masyarakat agar mau memotong dengan sukarela,” pintanya.

Urainya, adapun 150 pohon tersebut di daerah Waifusi, Wali sampai Leku.

Dengan adanya kunjungan Bupati Buru Selatan ini, ia menyampaikan bahwa akan menurunkan tim untuk memperbaiki jaringan di Namrole secapatnya. (red)