“Persoalan Listrik ini harus menjadi perhatian serius, jangan anggap remeh persoalan listrik” tegas Bupati Bursel kepada pihak PLN Maluku.
Dikatakan Safitri, listrik merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan Masyarakat. Suatu negara/daerah tidak akan pernah maju tanpa adanya listrik yang baik. Semua sektor pekerjaan pun tidak luput dari penggunaan listrik baik pertanian, perdagangan, perusahaan, maupun Pemerintahan dan Masyarakat.
Safitri menekankan pentingnya pembangunan jaringan listrik secara baik di Wilayah Bursel oleh PLN Unit Induk Wilayah Maluku/Malut secara merata terutama di Kecamatan dan Desa yang ada di Bursel yang belum teraliri Listrik.
General Manager (GM) Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Adams Yogasara, mengatakan terima kasih kepada Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa atas kunjungannya.
Dikatakannya bahwa ada 2 hal yang menjadi pokok permasalahan padamnya listrik di Buru Selatan, yaitu menurunnya kemampuan pembangkit listrik dan gangguan jaringan.
“Pembangkit listrik di Namrole itu berkekuatan 1200KW. Saat ini mesin itu hanya berkemampuan 750 KW. Itu artinya telah menurun 500KW. Penurunan ini terjadi akibat sering terjadinya kerusakan jaringan, akibat jatuhnya pelepah daun kelapa yang mengenai jaringan. Ketika kena jaringan, kerusakan itu akan terjadi juga di mesin pembangkit listrik. Yang akhirnya menyebabkan kemampuannya menurun,” terangnya.




