Jawaban Polisi Soal Lubang Peluru di Dada 6 Laskar Khusus FPI, Pengakuan Habib Rizieq di Malam Naas

oleh -118 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Jawaban polisi soal lubang peluru di dada 6 laskar khusus FPI, pengakuan Habib Rizieq Shihab di malam naas.

Pihak ahli dari Front Pembela Islam ( FPI) membeber sejumlah kejanggalan pada luka tembak yang ditemukan di jasad 6 laskar khusus pengawal Habib Rizieq Shihab.

Semuanya memiliki lubang peluru pada bagian dada, dan FPI menduga ditembak dari jarak dekat.

Terbaru, polisi pun memberi jawaban soal kejanggalan luka tembak tersebut.

Front Pembela Islam ( FPI) menyatakan, ada sejumlah kejanggalan pada tubuh jenazah 6 pengawal Habib Rizieq Shihab yang ditembak mati oleh polisi.

Seluruhnya memiliki luka lubang peluru tepat di bagian jantungnya.

Menanggapi hal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan pihaknya masih tengah menyelidiki terkait kasus tersebut.

“Penyidikan masih dalam proses, nantinya akan disampaikan dengan bukti pendukungnya.

Bagaimana kronologisnya,” kata Irjen Argo kepada wartawan, Kamis (10/12/2020).

Menurutnya, penyidikan itu nantinya akan dinilai dan diawasi oleh tim pengawasan internal Polri.

“Penyidikan juga diasesmen oleh tim pengawas internal sebagai pertanggungjawaban organisasi,” pungkasnya.

Front Pembela Islam (FPI) sebelumnya menjelaskan soal kondisi enam pengawal Habib Rizieq Shihab yang meninggal dunia setelah diterjang timah panas oleh kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek Km 50.

Sekretaris Umum FPI Munarman menyebut di masing-masing tubuh enam pengawal sang imam besar, terdapat lebih dari satu lubang peluru.

Baca Juga  Ketua Dharma Wanita Rutan Namlea Buka Puasa Bersama Para Tahanan

“Bahwa tembakan terhadap para syuhada tersebut memiliki kesamaan sasaran, yaitu semua tembakan mengarah ke jantung para syuhada,” kata Munarman dalam keterangan pers FPI yang diterima, Rabu (9/12/2020).

Munarman menambahkan, para pengawal semuanya ditembak dari jarak dekat.

Hal itu merujuk pada keterangan pendapat ahli milik FPI

“Bahwa menurut ahli yang hadir dalam pemandian jenazah, tembakan ke arah jantung para syuhada tersebut ada yang dilakukan dari depan, bagian dada dan ada yang dilakukan dari belakang,” kata Munarman.

“Bahwa pada tubuh sebagian besar para syuhada, terdapat tanda tanda bekas penyiksaan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, keenam laskar pengawal HRS tersebut sudah dimakamkan pagi ini.

Lima laskar dimakamkan di Pondok Pesantren Agrokultural (Markaz Syariah FPI) Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Lima orang yang dimakamkan di Bogor itu di antaranya adalah Faiz Ahmad Syukur (22), Andi Oktiawan (33), M. Reza (20), Muhammad Suci Khadavi Poetra (21), dan Akhmad Sofiyan (26).

Baca Juga  Yakin Menang Pilkada Kepulauan Sula, NasDem Sebut ZADI-IMAM Raih 42,8 Persen di Survei Terbaru

Sementara itu, seorang laskar FPI bernama Luthfi Hakim (24) yang juga tewas ditembak dimakamkan di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Pemimpin Front Pembela Islam ( FPI) Habib Rizieq Shihab mengklaim bahwa tidak ada laskar FPI yang membawa senjata selama mengawal dirinya dan keluarga.

Hal itu disampaikan Rizieq Shihab mengomentari bentrok rombongannya di Tol Jakarta-Cikampek dengan polisi yang berujung tewasnya enam anggota laskar khusus FPI.

Rizieq Shihab memberi kesaksian soal kejadian tengah malam itu saat pemakaman jenazah di pesantrennya di kawasan Megamendung, Bogor, Rabu (9/12/2020), seperti terekam dalam video Front TV, channel resmi FPI.

“Tak ada satupun pengawal kami yang dipersenjatai karena kami tak pernah mengira, kami akan diperlakukan seperti itu.
Pengawalan standar keluarga biasa,” kata Rizieq Shihab.

Rizieq Shihab mengatakan, kronologi yang disampaikan DPP FPI tentang kejadian tersebut adalah benar.

Ia mengaku ada dalam iring-iringan kendaraan saat sejumlah mobil tak dikenal mengikuti rombongannya di tengah Tol Jakarta-Cikampek.

Saat itu, Rizieq Shihab mengaku tak menduga mobil yang coba mendekati mobil rombongannya adalah polisi.

“Sama sekali kami tidak pernah menduga, mengira, apalagi menuduh.

Yang kami tahu mereka adalah orang jahat yang ingin mencelakakan kami,” ujar Rizieq.

Baca Juga  Rp 1,8 Triliun! Antoine Griezmann Resmi Milik Barcelona

Rizieq Shihab mengatakan, jumlah mobil yang mencoba bermanuver masuk ke rombongannya sangat banyak.

“Banyak sekali mobil saling silih berganti berupaya untuk maju ke depan, untuk bisa sampai ke mobil Habib Hanif yang persis ada di belakang saya.

Bahkan untuk bisa mencapai mobil saya yang berada di depan,” kata Rizieq Shihab.

Rizieq Shihab menambahkan, dua mobil pengawal yang ada di dalam rombongannya kemudian berusaha menghalau mobil-mobil tersebut.

Ia menyebut para pengawalnya menjauhkan mobil para pengintai dari rombongan utama dengan cara yang cerdas.

Dari keterangan FPI sebelumnya, dua mobil pengawal Rizieq terpisah dengan rombongan utama saat menghadap mobil pengintai itu.

Satu mobil kemudian melarikan diri setelah mendengar suara tembakan.

Sementara satu mobil lain yang berisi enam orang anggota laskar hilang.

FPI tak lagi bisa menghubungi para laskar setelah kejadian. FPI baru tahu keenamnya tewas ditembak polisi setelah pengumuman dari Polda Metro Jaya pada Senin siang. (red/tribuntimur)