Jejak Binongko di Ambon: Diaspora Buton di Maluku

oleh -453 views

Di sinilah, di pinggir kota Ambon yang hiruk pikuk, napas diaspora Buton berdenyut pelan tapi pasti. Mereka datang berabad silam, sebagian dari Kepulauan Tukang Besi, gugusan pulau yang kini dikenal sebagai Wakatobi, terutama dari Binongko, negeri kecil di selatan Buton yang di masa kesultanan telah dikenal karena dua hal: ketangguhan berlayar dan kepiawaian menempa besi.

Orang Binongko bisa membaca arah angin seperti membaca doa, mengenali riak laut seperti mengenali wajah sendiri. Di tangan mereka, besi yang dingin berubah menjadi alat kerja, senjata, dan simbol harga diri.

Dalam buku Sejarah dan Diaspora Buton dalam Diaspora Nusantara yang disunting Prof. Susanto Zuhdi, sejarawan Universitas Undonesia, disebutkan kalau mereka datang ke Ambon bukan sebagai penakluk, melainkan pembawa keterampilan dan etos kerja.

Baca Juga  Hadiri Puncak May Day di IWIP, Wakapolda Malut Tekankan Sinergi Buruh dan Industri

Dalam catatan para pelaut Belanda abad ke-18, orang Buton, terutama dari Binongko, sering menumpangi kapal niaga menuju Maluku, membawa parang, paku, dan alat besi buatan tangan mereka.

Sebagian menetap, sebagian kembali. Yang menetap, mendirikan bengkel dan rumah panggung di tepi teluk. Di antara suara azan dan lonceng gereja yang bersahutan, mereka membangun kehidupan baru yang memadukan keyakinan lama dan kebiasaan baru.

No More Posts Available.

No more pages to load.