Laga ini juga pertarungan antara dua sahabat yang sama-sama bermain di Paris Saint-Germain (PSG), yakni Kylian Mbappe dan Achraf Hakimi.
Inggris sukses menjinakkan Mbappe dengan menggandakan kekuatan di sektor kiri lapangan. Maroko mungkin akan melakukan hal sama, namun ini akan mengurangi daya ledak Hakimi dan Hakim Ziyech jika sibuk berusaha menjinakkan Mbappe.
“Dalam level ini muaranya selalu soal detail,” kata Deschamps. “Kualitas saja tidak cukup, tapi dalam skuad ini juga ada kekuatan mental dan sedikit pengalaman.”
Maroko akan tampil tanpa beban karena menang atau kalah sudah dianggap pahlawan di mana-mana, khususnya di negaranya. Sebaliknya, Prancis memanggul beban untuk menjadi negara pertama setelah Brasil 60 tahun silam yang berhasil mempertahankan Piala Dunia.
(red/republika)









