Porostimur.com, Tual – Musim kemarau yang melanda Kota Tual, Maluku, mulai menunjukkan dampak serius. Dalam tiga bulan terakhir, kebakaran lahan mendominasi laporan kejadian yang ditangani Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tual.
Data Damkar Kota Tual mencatat 118 laporan kebakaran sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 110 kasus merupakan kebakaran lahan yang terjadi pada Juni hingga Agustus.
Lonjakan paling tajam terjadi pada Agustus. Sebanyak 78 kasus kebakaran lahan tercatat hanya dalam satu bulan, setelah sebelumnya Damkar menangani 18 kasus pada Juli dan 14 kasus pada Juni.
Kepala Dinas Damkar Kota Tual, Jan M.E. Tallaud, SH., MAP mengatakan tingginya kasus kebakaran selama musim kemarau dipengaruhi sejumlah faktor, sebagian besar berkaitan dengan aktivitas manusia.
Saat diwawancarai, Kamis (27/8/2026), Jan menyebut setidaknya ada tiga penyebab yang kerap memicu kebakaran.
“Ulah manusia, buang puntung rokok sembarangan, bisa juga dari gesekan aliran listrik dan pembukaan lahan pertanian baru oleh masyarakat,” cetusnya.
Pembukaan Lahan dengan Cara Dibakar Jadi Sorotan
Menurut Jan, pembukaan lahan pertanian dengan cara dibakar menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.
Ia mengatakan, dalam sejumlah kejadian, api yang awalnya digunakan untuk membuka lahan justru membesar dan sulit dikendalikan. Kondisi tersebut membuat warga panik dan meninggalkan lokasi tanpa memastikan api benar-benar padam.











