Oleh: Nur Iswan, Peneliti Senior Indopol (Alumni School of Public Policy and Administration, Carleton University, Kanada)
TAK akan lama lagi, Indonesia memiliki Pemerintahan baru dengan Presiden-nya, Prabowo Subianto. Dan tentu saja, usai dilantik tanggal 20 Oktober mendatang, akan disusul dengan Pembentukan Kabinet baru.
Meskipun Prabowo belum membocorkan nama atau sebutan untuk Kabinet-nya, penulis mengusulkan nama kabinetnya adalah “Kabinet Persatuan Nasional”.
Hal ini seiring dengan semangat Presiden untuk mempersatukan maupun merangkul semua potensi dan kekuatan masyarakat. Mengajak dan mengapresiasi dukungan semua Partai Politik. Sekaligus dalam rangka menjaga stabilitas dan membangun kerja bersama untuk Indonesia.
Keinginan itu nampaknya tidak datang tiba-tiba. Ia muncul dari kombinasi antara latar belakangnya sebagai prajurit, tempaan pengalaman politik yang panjang dan juga kematangan usia.
Selain itu, keinginan tersebut juga bersandar pada kesadaran bahwa mengurus dan membangun Indonesia yang luas dengan kompleksitas latar belakang dan aspirasi masyarakat yang beraneka, akan membutuhkan keterlibatan dan sokongan banyak pihak. Terlebih lagi, tantangan global dan kondisi makro juga sedang tidak baik-baik saja.









