KAHMI Maluku Utara Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Galela dan Kao

oleh -74 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Bencana banjir yang melanda 7 kecamatan di Halmahera Utara Sabtu 16 Januari 2021 telah menyebabkan ribuan jiwa mengungsi.

Merespon bencana ini, Majelis Wilayah Provinsi Maluku Utara Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) bersama dengan Majelis Daerah KAHMI Halmahera Utara dan komisariat HMI Tobelo langsung menggalang bantuan dan menyalurkan kepada para pengungsi di Galela dan Kao, Senin (18/1/2021).

Sekretaris Umum Majelis Wilayah KAHMI Maluku Utara Hasby Yusuf mengatakan, penyaluran tahap pertama hari ini KAHMI fokus kepada para pengungsi di kecamatan Galela. Insha Allah tahap kedua KAHMI akan salurkan kepada pengungsi di Kao Barat.

“Penyaluran di kecamatan Galela KAHMI fokus pada lima titik pengungsi korban bencana banjir yaitu desa simau, togawa, soakonora, igobula dan titik pengungsian di gereja Duma. Bahan bantuan yang disalurkan KAHMI terdiri dari Beras, Minyak Kelapa, Teh, Kopi, Gula, Supermi, makanan ringan dan tikar,” ujarnya.

Hasby berharap bantuan dari KAHMI ini bisa meringankan beban para korban bencana khususnya mereka yang masih bertahan di lokasi pengungsian. Kami berdoa bencana cepat berlalu dan masyarakat kembali beraktivitas seperti sediakala.

Baca Juga  81 Orang di Maluku Utara Positif Covid-19, 3 Orang Meninggal Dunia

“KAHMI berharap solidaritas kemanusiaan tetap terjaga. Setiap bencana harus mengajarkan kita bahwa kemanusiaan itu lintas etnis dan agama. Kita membantu bukan karena kesamaan agama juga bukan karena kesamaan etnis tetapi kita membantu karena panggilan nurani kemanusiaan,” ungkapnya.

Hasby menambahkan, KAHMI akan terus peduli pada setiap bencana yang terjadi dan berharap pemerintah untuk lebih tanggap dalam melakukan respon bencana dengan anggaran sadar bencana.

“Lebih lanjut KAHMI berharap pemerintah mengevaluasi setiap kebijakan investasi dan lingkungan yang mengakibatkan bencana banjir yang terus terjadi di beberapa daerah di Indonesia dan terkhusus di Maluku Utara,” pungkas Hasby. (alfian)