Kampus Sebagai “Free Rider” (Penunggang Gelap) Kemakmuran

oleh -492 views

Yang terakhir ini sebagian besar diberikan kepada mahasiswa pasca-sarjana. Mahasiswa ini biasanya disiapkan untuk menjadi dosen. Karena profesi dosen itu tidak membikin orang jadi kaya raya, tidak seperti masuk ke perusahaan, maka mahasiswa pasca-sarjana itu harus diberikan insentif yang menarik.

Kuliah mereka biasanya gratis. Pada dasarnya, menjadi mahasiswa pasca adalah menjalani proses magang menjadi dosen. Mereka bekerja sebagai asisten untuk mengajar, membuat soal ujian, dan kemudian memberi nilai. Yang mereka ajar adalah mahasiswi-mahasiswa S1.

Itu semua tentu butuh uang. Dan, hasil pemutaran dana abadi itulah yang dipakai untuk membeayainya. Walaupun mahasiswa yang tamat dari satu universitas tidak mengajar di universitas itu (dan dianjurkan demikian), mereka akan membawa prestise universitas. Dan, pada akhirnya akan menentukan kekuatan sebuah fakultas (department) dari universitas tersebut.

Baca Juga  Triumph Siapkan “Baby Bonnie” 400 cc, Siap Tantang Dominasi Royal Enfield

Hal seperti ini tidak terjadi di Indonesia. Walaupun sesungguhnya ada substansi yang sama. Baik universitas di Amerika maupun Indonesia biasanya dihuni oleh mahasiswa dan akademisi yang kritis, yang mengamati masyarakat, pemerintah, dan negaranya. Ini adalah kultur akademik — melihat apa yang mereka pelajari dipraktekkan; melihat apa yang mereka teliti diterapkan di dunia nyata.

No More Posts Available.

No more pages to load.