Kampus Sebagai “Free Rider” (Penunggang Gelap) Kemakmuran

oleh -495 views

Misalnya, ketika satu RT bekerja gotong royong menciptakan kebersihan di lingkungan RT. Kamu sering mangkir karena berpikiran, dengan atau tanpa saya, toh RT akan bersih karena ada banyak orang yang membersihkannya. Di sini, kamu adalah penunggang gelap atau free rider.

Demikian juga dengan penciptaan kemakmuran. Semua orang bekerjasama untuk mewujudkannya. Dan, ada pemerintah yang sebenarnya bertugas untuk mengkoordinasikan semua langkah supaya kemakmuran itu tercapai.

Namun dalam perjalanannya, karena pemerintah itu dikuasai oleh para politisi oligarkis — yang seringkali mengutamakan kepentingan untuk berkuasa ketimbang kepentingan semua warga — maka pemerintah memilih memberi kekayaan kepada kelompok-kelompok yang mendukungnya.

Perguruan tinggi, koperasi, atau ormas keagamaan itu diberikan fasilitas untuk menjadi free rider. Mereka mendapatkan konsesi tambang tanpa harus menambang. Sebagian besar dari mereka, kalau tidak semua, akan menyerahkan konsesinya kepada perusahan-perusahan pertambangan. Mereka menciptakan kemakmuran (untuk diri mereka sendiri) tanpa bekerja apapun. Cukup satu IUP maka mereka akan mendapatkan kemakmuran (uang).

Ini sangat berbeda dengan perguruan-perguruan tinggi yang hidup dari endowment. Mereka menginvestasikan uang mereka sendiri — sekalipun berasal dari donasi dari pendonor yang mendonasikan bukan karena kekuasaannya namun karena kehendak bebasnya. Mereka bisa memilih investasi terbaik. Mereka juga diikat oleh ketentuan-ketentuan yang ada di universitasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.