Kang Murad Kehilangan Teman Seperjuangan di Dunia Nyata dan Layar Kaca

oleh -43 views
Link Banner

Porostimur.com | Bandung: Denny Firdaus alias Kang Murad di Sinetron Preman Pensiun kaget kawan seperjuangannya meninggal dunia. Kang Pipit alias Ica Naga meninggal karena serangan jantung.

Kedekatan antara Kang Murad dan Kang Pipit bukan baru terjadi di layar laca. Namun, jauh sebelum itu mereka sudah saling mengenal. Mereka berprofesi sebagai satpam, dan berasal dari perusahaan satpam yang sama.

Kala itu, Murad masih bekerja di klub malam. Sedangkan Pipit di sebuah kantor kawasan Sukajadi, Bandung.

“Innalilahi wa innailaihi rojiun, teman dan sahabat saya yang benar benar dari profesi jalanan hingga televisi, kang Pipit alias kang Ica Naga, mudah-mudahan almarhum diterima iman dan Islamnya,” tutur Denny usai pemakaman Kang Pipit di Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Sabtu (30/1/2021).

Pada awal karir mereka, Kang Pipit selalu memberikan motivasi kepada Murad. Bahkan, dalam situasi syuting, ia yang sering kali membuat suasana menjadi lebih gembira.

Baca Juga  Nyaris Bunuh Orang Tak Bersalah, 8 Pemuda Madidir Digulung Tim Tarsius

“Almarhum secara pribadi, selama perjalanan masuk ke dunia akting dia selalu memberikan kegembiraan di mana pun juga. Dia juga suka memberi motivasi,” tutur Denny.

“Memang sosok Kang Pipit ini berjiwa luar biasa,” lanjutnya.

Kang Pipit, sempat berbincang mengenai kelanjutan perannya di Preman Pensiun. Ia berharap masih bisa berpartner bersama Denny si pemeran Kang Murad.

“Dulu waktu sekuel PP 4, dia bilang, ‘Kang Murad mudahan kang kita bisa lanjut akting berdua,” kata Denny mengulangi perbincangannya bersama Kang Pipit.

“Tapi mungkin Tuhan berkehendak lain,” pasrah Denny.

Sejak penayangan pertama Preman Pensiun tahun 2015, Kang Murad dan Kang Pipit menjadi partner yang kompak. Mereka nampak serasi meskipun beda karakter yang dibawakan.

Baca Juga  Tiga Pimpinan DPRD Kepulauan Sula Diperintahkan "Kasi Pulang" Uang Rakyat

Kang Murad terkenal dengan sosok yang dingin. Sementara, Kang Pipit lebih humoris. Saat ini, Preman Pensiun memasuki musim kelimanya. Belum tahu pasti bagaimana kelanjutannya sepeninggalan Kang Pipit.

(red/dtc)