Apalagi tiga-tiganya juga disutradarai oleh perempuan pula. Wonder Woman 1984 oleh Patty Jenkins, Black Widow oleh Cate Shortland, dan Mulan oleh Niki Caro.
Andai tidak ada pandemi, ini benar-benar tahunnya perempuan di sinema!
Kapan kita bisa balik ke bioskop? Kalau segalanya terkendali, di Amerika jadwalnya mulai digong dengan pemutaran film baru Christopher Nolan, Tenet, pada 12 Agustus mendatang. Film itu sudah mundur jadwalnya, dan tampaknya tetap akan dijadikan acuan utama bagi semua studio.
Kalau Tenet lancar, maka yang lain siap menyusul di belakangnya.
Itu di negeri asalnya film-film Hollywood.
Dan sebenarnya, di Negeri Paman Sam beberapa negara bagian sudah mengizinkan beberapa bioskop buka. Dengan pembatasan-pembatasan khusus, misalnya maksimum kapasitas 50 persen dan pengaturan tempat duduk.
Tapi, tetap saja bukan film baru yang diputar. Studio-studio tidak mau mengorbankan film-film besar mereka untuk pemutaran terbatas. Lebih baik menunggu sampai benar-benar buka semua.
Karena itu, ada statistik aneh di awal Juli ini. Pengelola bioskop mau tidak mau harus memutar film-film “kuat” lama. Salah satunya, Star Wars: Episode V – The Empire Strikes Back, yang versi orisinalnya diputar pada 1980.




