Cukup bayar satu tiket film, lalu begitu masuk bisa nonton tiga film berturut-turut. Begitu film satu berakhir, pindah ke gedung lain untuk menonton film yang lain. Kemudian begitu lagi.
Satu tiket three-in-one.
Tentu saja secara tidak resmi. Toh tidak ada yang memeriksa. Toh bioskop belum tentu penuh.
Pernah sih sekali, ketika menyelinap masuk nonton There’s Something About Mary, kami bertiga sempat salah tingkah. Ternyata filmnya laris luar biasa. Bioskop penuh-nuh. Kami sudah telanjur duduk, sementara masih ada banyak orang belum kebagian tempat duduk.
Ya, bukan hanya kami bertiga yang nyelonong ke situ.
Daripada ketahuan dan malu, kami memutuskan “mengalah.” Keluar saja sebelum ada petugas menanyai siapa tidak pegang tiket film tersebut! Wkwkwkwk…
Anyway, tak terasa, sudah beberapa bulan saya tidak ke bioskop. Padahal istri dan anak-anak juga suka. Sudah bosan nonton film-film di saluran kabel, Netflix, atau YouTube.
Baru sekarang saya menyadari, betapa nikmatnya hidup di era normal dulu. Menonton di bioskop benar-benar sebuah eskapisme.
Semoga pandemi ini segera berlalu. Semoga kita semua segera kembali normal. Ayo semua berpartisipasi supaya segera normal. Pakai masker, rajin cuci tangan, dan selalu jaga jarak! Sekitar 80 persen perlawanan terhadap virus ini ada pada pencegahan, dan itu ada di tangan kita semua. Bukan di rumah sakit! (*)




