Disitat dari tandaseru.com, Komandan KRI Tatihu 853, Mayor Laut (P) Dwi Prasetyo dalam konferensi pers di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Jumat (9/7/2021) menjelaskan, proses evakuasi tiga awak kapal ini bermula dari laporan markas besar TNI AL. Di mana laporan tersebut langsung disampaikan ke seluruh komandan armada laut yang ada di Indonesia.
Laporan dari pusat ini pun diperoleh dari kapal perang JS Kashima 3508 yang berlayar dari Timor Leste menuju Jepang dengan melintasi jalur ALKI III, pada 7 Juli 2021. Kapal milik Angkatan Laut Jepang ini melihat tiga orang awak yang terapung di tengah lautan dan langsung mengevakuasi ketiga korban tersebut.
“Kita dapat informasi dari pusat langsung menuju ke lokasi koordinat kapal perang Jepang untuk melakukan evakuasi dan pertolongan,” jelas Dwi.
KRI Tatihu sendiri, kata Dwi, kebetulan juga berada di sekitar perairan Pulau Seram, Maluku, saat patroli sektor operasi siaga tempur laut di bawah kendali Komandan Guspurla Koarmada III, Laksamana TNI Retiono Kunto.
Setelah dievakuasi ke KRI Tatihu, ketiga korban tersebut langsung dibawa ke Lanal Ternate untuk mendapat perawatan.
Danlanal Ternate, Kolonel Laut (P) Komaruddin menambahkan, pihak keluarga ketiga korban selamat sudah dihubungi dan telah berada di Ternate untuk membawa pulang korban ke kampung halamannya.









