Kapitan Pattimura, Pahlawan yang Asal-Usulnya Selalu Diperdebatkan

oleh -480 views

Menurut dia, Pattimura merupakan seorang bangsawan dari Kerajaan Islam Sahulau yang saat itu diperintahkan oleh Sultan Abdurrahman. Sultan Abdurrahman sendiri juga dikenal dengan julukan Sultan Kasimillah (kasim Allah/asisten Allah) dalam bahasa Maluku disebut juga Kasimiliali.

Sebagai informasi, nama Pattimura adalah sebuah marga di Desa Latu dan Hualoy, Seram Barat, Maluku Tengah. Pattimura memiliki arti “Raja yang merendahkan diri”. 

Sedangkan di Deas Haria ,Pulau Saparua, tempat lahir Thomas Matulessy, tidak ditemukan marga Pattimura. Kendati demikian, menurut M. Sapija, saat perang Pattimura, memang ada yang bernama Thomas. 

Pada kenyataannya, Thomas yang dimaksud tersebut merupakan Thomas Hehanusa, mantan serdadu Inggris kala itu. Ia berasal dari Desa Titawaai, Pulau Nusalaut. 

Hingga kini, keturunannya ada di Desa Hualoy. Ia merupakan seorang mualaf, yang kemudian berganti nama menjadi Kapitan Latuleanusa.

Baca Juga  Pemkab Malra Percepat Digitalisasi Pendidikan Lewat Aplikasi MTH Smart

Berdasarkan sejarah Pattimura yang ditulis oleh M. Sapija, disebutkan gelar Kapitan disematkan oleh Belanda. Padahal, pada faktanya, tidak demikian.

Sementara, Ahmad Lussy atau Mat Lussy adalah muslim yang taat. Ia adalah bangsawan dari Kerajaan Islam Sahulau. 

Tak hanya keturunan bangsawan. Pattimura juga adalah seorang ulama. Sejarah mencatat, pada masa tersebut, kebanyakan pemimpin perang di kawasan Maluku merupakan bangsawan atau ulama, bahkan gabungan keduanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.