“Korban sempat keluar dan masuk kembali ke dalam rumah untuk mau menyelamatkan anak bungsunya yang sedang tidur di dalam kamar, namun sijago merah semakin membesar dan korban tidak kunjung keluar dari dalam rumah toko/kios tersebut,” ungkapnya.
Heri Serwut salah seorang warga setempat mengatakan, ketika Melamas berteriak minta tolong dan membunyikan tiang listrik, dirinya langsung bergegas berlari menuju TKP namun sudah terlambat, karena sijago merah sudah menyebar ke seluruh sudut dan atap rumah toko/ruko milik Laode Risno.
Dia mendengar Laode Risno berteriak minta pertolongan di depan jalan raya bahwa “tolong istri saya, masi berada di dalam ruko” Serwut pun memerintahkan beberapa masyarakat untuk mencarikan mobil air tengki untuk memadamkan sijago merah.
Laode Risno pemilik rumah toko/kios sebagai korban kebakaran mengatakan, pada saat itu dirinya sedang menjaga kios didepan sementara almarhum istrinya sedang menuangkan besin berjenis Pertamax kedalam botol aqua yang berukuran besar.
“Ketika almarhum menuangkan bensin di botol aqua di depan kamar mandi dengan menggunakan satu buah lilin yang tidak jauh dari almarhum, dan pada saat dituang bensin ke botol aqua lanhsung pertamax tumpah ke lantai dan mengalir ke lilin yang tidak jauh dari korban sehingga minimbulkan percikan api ke tempat penampungan bensin lainnya yang berada di dalam rumah toko/kios,” ungkapnya.









