Porostimur.com, Ternate — Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ternate mengecam keras tindakan pelecehan seksual yang menimpa seorang perempuan di loket pembelian tiket kapal di Kelurahan Mangga Dua, Kota Ternate.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah kerumunan calon pemudik yang mengantre tiket tujuan Halmahera Selatan pada Selasa (17/3/2026). Berdasarkan keterangan dan video yang beredar, seorang pria yang diduga berprofesi sebagai tukang ojek mendekati korban di tengah antrean padat, lalu melakukan aksi eksibisionisme.
Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan GMKI Ternate Elsa Sakalaty, menilai tindakan tersebut sebagai perbuatan tidak beradab yang mencederai rasa aman di ruang publik.
“Tindakan ini sangat tidak beradab. Ruang publik yang seharusnya menjadi tempat aman bagi semua orang, justru menjadi ancaman serius bagi perempuan,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (18/3/2026).
Picu Kepanikan, Soroti Dampak Psikologis
Aksi tersebut memicu kepanikan setelah korban berteriak histeris. Warga sempat berkerumun saat pelaku berusaha merapikan pakaiannya dengan kondisi resleting terbuka.
Elsa menilai kejadian ini menjadi bukti bahwa budaya patriarki dan sikap merendahkan perempuan masih kuat di tengah masyarakat.
“Ini bukan hanya masalah individu, melainkan masalah struktural. Budaya menyalahkan korban (victim blaming) dan kurangnya kesadaran hukum seringkali membuat korban takut melapor,” tegasnya.









