Kejujuran Intisari dari Ibadah Puasa

oleh -0 Dilihat

Oleh Hasanuddin, Ketua Umum PB HMI 2003-2005

Pemilu dan Pilpres telah selesai dilaksanakan. Telah kita saksikan para pihak mana yang berlaku jujur dan mana yang tidak. Mana yang beraktifitas sesuai aturan (syariat) mana yang menyimpang dari syariat.

Kini hasil Pilpres tengah di uji oleh Mahkamah Konstitusi. Para Hakim yang akan memutuskan hasil final dari semua tahapan Pemilu/Pilpres.

Persidangan akan dilangsungkan di bulan Ramadhan 1445 H itu akan menentukan masa depan 270 juta rakyat Indonesia. Apakah akan dipimpin oleh kelompok yang melakukan kecurangan, menempuh cara-cara yang diluar ketentuan, dengan melakukan manipulasi atau sebaliknya.

Para Hakim sebagaimana kita semua senantiasa dalam pantauan Allah SWT. Demikian keyakinan dari kalangan orang yang beriman.

Baca Juga  7 Rekomendasi Warna Eyeshadow untuk Kulit Kuning Langsat

Dalam suatu hadits Qudsi Allah SWT berfirman: “Puasa adalah Untuk-KU dan Aku sendiri yang akan membalasnya”.

Apa pun keputusan para Hakim MK atas gugatan yang diajukan para pihak itu, tentu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Mahkamah Allah SWT.

Salah satu sifat utama yang disukai Allah dan merupakan ciri dari karakter para Rasul-Nya adalah Jujur (as-siddiq), disamping cerdas (fathonah), amanah dan tabligh.

Ibnu Mas’ud RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kejujuran mengantarkan pada kebaikan, dan kebaikan mengatarkan kepada surga. Seseorang yang senantiasa berkata jujur akan dicatat Allah sebagai orang yang jujur. Sedangkan kebohongan, mengantarkan pada kedurhakaan, dan kedurhakaan mengantarkan ke neraka. Seseorang yang senantiasa berkata bohong akan dicatat disisi Allah sebagai pembohong.” (Mutafaq ‘alaih).

No More Posts Available.

No more pages to load.