Situasi dan kondisi seperti tersebut, lanjut dia, merupakan berkat, karunia dari Tuhan Yang Maha Kuasa, yang harus dipelihara, dan dijaga. Sehingga harapannya dari tahun ke tahun setiap pengamanan yang diselenggarakan Polri dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar.
“Kita menyadari bahwa bangsa kita adalah bangsa yang majemuk, terdiri dari suku, agama, etnis, bahasa dan budaya,” kata dia.
Menurutnya, tidak ada cara lain untuk menghadapi kemajemukan itu, kecuali dengan membangun kebersamaan, saling menghormati, serta saling menghargai perbedaan masing-masing. Sebagaimana tema perayaan Natal saat ini.
“Ini agar kemajemukan bangsa dapat kita sikapi dengan penuh rasa syukur dan keragaman yang kita miliki harus kita terima sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” jelasnya.
Olehnya itu, mantan Kakorpolairud Baharkam Polri ini menekankan untuk tetap menjaga dan merawat nilai-nilai luhur Pancasila, maupun kearifan lokal Maluku. Sebab, kedua hal itu merupakan modal yang sangat besar bagi kemajuan bangsa Indonesia
“Jaga dan pelihara stabilitas kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Provinsi Maluku,” pintanya.
Lulusan Akpol tahun 1988 ini juga mengajak semua pihak untuk terus memupuk semangat toleransi, saling menghormati perbedaan, tidak mudah terprovokasi, serta mengutamakan dialog dalam mengatasi permasalahan yang berpotensi mengganggu kerukunan hidup antar umat beragama.









