Kematian Veronika Picu Pamela Buka Suara, Ungkap Pahitnya Jadi Buruh PT Lik Mutiara

oleh -538 views
Pamela Tasya Reselwab, perempuan asal Ohoi Tutrean, Maluku Tenggara, akhirnya angkat bicara dan mengungkap pengalaman pahitnya selama bekerja di perusahaan mutiara yang beroperasi di Pulau Lik itu. Foto: Ilustrasi/AI

Porostimur.com, Langgur – Kematian karyawati PT Lik Mutiara, Veronika Rahanyanat, yang disebut terjadi secara tidak wajar, memicu kesaksian dari mantan pekerja perusahaan tersebut. Pamela Tasya Reselwab, perempuan asal Ohoi Tutrean, Maluku Tenggara, akhirnya angkat bicara dan mengungkap pengalaman pahitnya selama bekerja di perusahaan mutiara yang beroperasi di Pulau Lik itu.

Pamela diketahui pernah bekerja sebagai buruh harian lepas di PT Lik Mutiara. Ia masuk bekerja pada 11 November 2025, setelah diajak seorang kerabat perempuan.

Tiga Hari Tak Diberi Makan

Melalui video testimoni berdurasi 2 menit 43 detik yang dibuatnya, Pamela mengaku menyimpan sendiri pengalaman pahit itu setelah mengundurkan diri pada Desember 2025. Namun, kematian Veronika membuatnya merasa perlu berbicara.

Baca Juga  Unpatti dan Polda Maluku Teken Kerjasama Pengawasan Rekrutmen Polri 2026–2028

“Saya ingin bercerita tentang pengalaman pahit saya bekerja di Perusahaan Lik Mutiara,” ujar Pamela membuka testimoninya.

Ia mengisahkan pernah menyaksikan seorang rekan kerja terjatuh hingga kakinya memar-memar. Namun, menurutnya, korban tidak mendapatkan pertolongan pertama maupun kesempatan untuk berobat ke kota.

“Padahal memar di kaki itu sudah cukup parah,” kata Pamela.

Pengalaman paling menyakitkan, lanjutnya, adalah ketika ia dan karyawan lain tidak diberi makan selama tiga hari, namun tetap dipaksa bekerja.

No More Posts Available.

No more pages to load.