Kemenangan Maroko dan Memori Perang Tiga Raja – Runtuhnya Imperium Portugal di Tangan Muslim Maroko

oleh -53 Dilihat

Opini yang dilancarkan as-Sa’di mendapat jawaban keras dari ulama-ulama Maroko, setelah pembukaan surat tahmid dan sholawat. “…..Adapun perkataanmu bahwa kau kembali kepada mereka tatkala tidak ada lagi pertolongan dari muslimin, maka di dalamnya ada larangan yang akan mendatangkan kemurkaan Rabb-Mu. Salah satunya adalah karena engkau meyakini bahwa sesungguhnya semua kaum muslimin berada dalam kesesatan, dan sesungguhnya kebenaran tidak bisa ditegakkan kecuali dengan bantuan orang-orang Kristen. Kita berlindung kepada Allah. Kedua, sesungguhnya kamu meminta pertolongan kepada orang-orang kafir untuk memerangi muslimin.

Padahal Rasululllah SAW bersabda: “Sesungguhnya saya tidak pernah meminta pertolongan pada orang-orang yang menyekutukan Allah.”

Engkau sendiri telah membanggakan diri dalam suratmu bersama gerombolan orang-orang Romawi yang kini berada bersamamu. Dan kau merasa terangkat dengan datangnya raja itu dengan tentaranya. Lalu bagaimana posisimu dengan firman Allah berikut: “Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang kafir tidak menyukai.” (QS At-Taubah ayat 32)

Baca Juga  Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Belum Ditahan karena Sakit

Abdul Malik juga mengirimkan surat kepada Sebastian, “Sesungguhnya pengaruhmu telah nampak sejak engkau pertama kali keluar dari negerimu, sedangkan engkau membawa permusuhan. Maka janganlah engkau bergerak dulu sebelum kami datang kepadamu. Jika itu yang engkau lakukan, maka engkau benar-benar seorang Kristen yang pemberani. Dan jika tidak, maka engkau tak lebih dari anak anjing. Bukanlah sikap pemberani dan bukan pula ksatria jika seseorang datang pada penduduk yang tidak terlindungi dan dia tidak menanti orang-orang yang siap perang.”

No More Posts Available.

No more pages to load.