Kemiskinan Maluku Itu Akibat Masalah dan Bukan Sebab Masalah

oleh -603 views

Maluku memiliki karakteristik yang unik, baik geografis, demografis, kultur, adat dan budaya, sehingga membangun Maluku maka seorang Gubernur harus mampu menerjemahkan semua aspek diatas dalam pendekatan geopolitik dan geostrategis, serta geoekonomi secara tepat dan akurat.

Sudah menjadi sesuatu yang given dimana sistim perencanaan pembangunan daerah tentu berbanding lurus dengan perencanaan pemerintah pusat, namun harus dipikirkan bahwa perlu penyesuaian-penyesuaian sesuai kondisi dan kebutuhan masing masing daerah. Tidak bisa diseragamkan utuh seperti itu. Konsekwensinya adalah kebijakan kebijakan pembangunan yg tidak tepat sasaran.

Sebagai contoh banyak kebijakan pemerintah pusat dengan pendekatan wilayah kontinental tidak bisa diimplementasikan secara utuh di wilayah pembangunan kepulauan, yg terjadi adalah kegagalan. Contoh yg lain kebijakan agrobis dalam pengembangan value added sektor pertanian tidak bisa digeneralisasi di setiap Negeri di Maluku, karena masing masing Negeri memiliki kearifan lokal yg sudah kental dalam tatanan sosial masyarakat.

Baca Juga  5 Tanda Pasangan Tidak Serius yang Perlu Kamu Sadari

Yang harus dilakukan adalah membangun ekonomi rakyat di Maluku based on local wisdom. Negeri Booi di Saparua tidak cocok dikembangkan tanaman sawi dan kol putih, tetapi harus dikembangkan, industri kecil pertukangan dan meubeler ini baru berhasil, demikian juga masyarakat Negeri Iha, yang harus dikembangkan adalah industri pandai besi dengan pendekatan teknologi moderen, Negeri Ouw industri Sempe dan tanah liat juga dengan konsep kekinian, dan juga Negeri Ulat di Saparua, industri mikro Gula merah dsb nya. Inilah yg harus menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah Maluku yang akan datang.

No More Posts Available.

No more pages to load.