Kenakan Kebaya Dansa dan Mustiza Maluku Tengah di HUT ke-81 RI, Bahlil: Warisan Budaya Anak Timur

oleh -18 Dilihat
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tampil mengenakan Kebaya Dansa, busana adat Maluku yang dipadukan dengan Baniang Putih. Sementara istrinya, Sri Suparni Bahlil, mengenakan Baju Mustiza, busana perempuan Maluku yang lekat dengan tradisi Masuk Minta Nona.

Pesan tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih, dilanjutkan mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, serta doa bagi para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Upacara di lingkungan Kementerian ESDM tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Sebelumnya, Renungan Suci digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata pada dini hari dan dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto.

Di tengah pesan tentang kedaulatan dan kemandirian bangsa, kehadiran busana adat Maluku Tengah yang dikenakan Bahlil dan Sri Suparni Bahlil menghadirkan pesan lain yang tak kalah penting: bahwa pembangunan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari keberagaman budaya yang menjadi fondasi identitas bangsa.

Busana adat itu pun menjadi cara sederhana untuk membawa cerita Maluku—tentang keberanian, ketulusan, kemuliaan, keluarga, pala, sejarah dan tanah kelahiran—ke dalam perayaan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga  Klarifikasi Isu Bendera RMS di Aboru, Kapendam XV/Pattimura: Hanya Merah Putih yang Dibentangkan

(Kayla)

Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com

No More Posts Available.

No more pages to load.