“Qatar adalah kesalahan. Keputusan yang buruk,” ujar Blatter, yang padahal diketahui getol melakukan korupsi dan pencucian uang lewat posisi pejabat terasnya di FIFA.
Hingga kini, tuduhan suap yang dilakukan Qatar tidak bisa dibuktikan. Bahkan, segala persiapan yang dilakukan negeri Jazirah Arab itu pun berhasil dilakukan sesuai tengat waktu.
Mulai dari persiapan 8 venue yang akan digelarkan semuanya terlihat mengkilap jelang gelaran akbar tersebut.
Bahkan, upacara pembukaan yang fantastis pun sudah dirasakan kemarin. Bintang-bintang dunia seperti Jung Kook BTS hingga Morgan Freeman terus menerus menyuarakan indahnya perbedaan.
Tak Mau Pakai Ban Kapten LGBT
Satu lagi isu yang menjadi perbincangan adalah dilarangnya berbagai atribut berbau LGBTQ selama penyelenggaraan Piala Dunia di tanah Qatar.
Meski tuan rumah menyatakan akan menerima seluruh penonton dengan tangan terbuka, mereka menerapkan aturan melarang berbagai simbol LGBT selama perhelatan. Sikap itu ditentang beberapa tim.
Media barat pun terus menggempur keputusan Qatar tersebut. Begitu juga beberapa negara peserta Piala Dunia asal Eropa. Bahkan, mereka tetap ingin mengampanyekan lewat ban kapten OneLove dengan corak pelangi.
Qatar dan FIFA pun bersepakat melarangnya memberi kartu kuning bagi pemain yang mengenakan simbol terlarang tersebut. Dan lagi-lagi hal itu jadi sorotan media khususnya Inggris.









