Kepada Nadiem Kita Berkaca

oleh -27 Dilihat
Agung Prahitna

*

Kepada Nadiem kita berkaca, keteraturan sosial retak dengan sempurna. Norma sosial kita kosong. Masyarakat tidak punya lagi pegangan normatif. Jika tidak diredam, akibatnya mereka mencari jalan sendiri hingga melanggar hukum akan makin menggila.

Kekosongan norma yang dimaksud tidak berkorelasi dengan nilai moral agama. Islam sebagai mayoritas sudah cukup memberi pelajaran tentang hidup sederhana dan tidak menumpuk harta berlebih-lebihan untuk diri sendiri. Demikian pula dengan agama non Islam, juga mengajarkan hal serupa.

Anomie dalam masyarakat lebih disebabkan problem struktur. Pengelolaan institusi negara yang ekstraktif. Akses pendidikan tidak setara. Memberikan akses ekonomi pada segelintir orang yang menyebabkan yang kaya semakin kaya. Demikian juga kolusi dan nepotisme subur dalam politik. Sirkulasi elite politik yang mengelola negara mampet. Penguasa negeri itu-itu saja orangnya.

Karena akses resmi sulit diakses dan tidak setara, banyak orang menempuh jalan pintas untuk mencapai tujuan sosialnya, menjadi kaya. Awalnya jalan pintas ini ditempuh oleh kelompok elite, lama-lama menyebar ke akar rumput dan seluruh kelas sosial.

Baca Juga  Bupati Maluku Tenggara Siapkan Stadion Maren untuk Latihan Calon Prajurit TNI AD

Kepada Nadiem kita berkaca. Perlu keseriusan semua memperbaiki negeri ini. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.