Kepada Nadiem Kita Berkaca

oleh -181 views
Agung Prahitna

Sayangnya mayoritas masyarakat tidak peduli lagi kepada bagaimana cara orang kaya memperoleh hartanya. Hampir tidak ada kritik terbuka kepada mereka yang pamer. Orang hanya terpaku pada betapa mewah rumah, mobil, perhiasan dan tempat liburannya.

Ada jurang yang lebar antara tujuan sosial dan cara memperoleh tujuan itu. Gap inilah yang menimbulkan anomie, kekosongan norma sosial. Sebenarnya di dalam masyarakat kapitalistik, dimana kita saat ini berada, tidak ada larangan untuk memperkaya diri. Hal yang secara sosial buruk adalah seseorang mendapatkan harta dari cara yang tidak melalui jalan meritokrasi.

Elon Mask, Mark Zuckerberg, Jeff Bezos, Jansen Huang atau Warren Buffet punya harta ribuan triliun rupiah. Tapi masyarakat Amerika atau bahkan dunia legowo menerima mereka kaya. Sebab jumlah dan asal muasal hartanya terang benderang. Bahkan setiap tahun orang tahu naik atau turunnya jumlah kekayaan mereka. Orang-orang kaya ini memperoleh uangnya dari cara yang meritokratif dan transparan.

Baca Juga  Panitia Musda Partai Golkar Malteng Buka Pendaftaran Bakal Calon Ketua, Ini Syaratnya!

Jangan lupa Nadiem Makarim juga kaya. Ia punya uang banyak dari hasil menjual saham Gojek yang saat itu valuasinya triliunan rupiah. Kita semua tidak marah. Kita malah memuji karena ada orang kaya Indonesia yang tumbuh dari industri teknologi bukan dari industri ekstraktif (tambang dan perkebunan raksasa).

No More Posts Available.

No more pages to load.